Minggu, 09 Desember 2012

Sepinya Malam - Cerpen


Sepi..

Ya sepi. Perasaan yang ku alami beberapa hari belakangan ini. Teras rumah menjadi pilihan kedua setelah kamarku yang nyaman. Dari sini aku dapat melihat jelas keadaan langit setiap malam.

Malam yang indah, ada sosok yang cantik disana. Sang bulan sedang menjalani tugasnya. Menyinari bumi. Kuperhatikan dengan seksama, terasa ada yang kurang.. Emm,, bintang. Bintang yang selalu menemaninya tak tampak malam ini. Kenapa ya? apa bintang sedang sibuk? Mungkin..

Setidaknya kami memiliki persamaan. Bintang yang biasa menemini kami sedang sibuk dengan tugas lain, mengenyampingkan tugasnya untuk menemani kami. Mungkin ada tugas yang lebih penting. Tak apalah buatku, kuharap untuknya juga.

Hooaaahhh..

Sudah larut malam, kuputuskan untuk mengistirahatkan tubuhku di dalam tempat yang nyaman..

***

Tadinya kukira bintangku hanya kemarin malam saja tak memberiku kabar, tenyata mala mini pun begitu.. menyebalkan memang..

Sudahlah..

Lagi-lagi melihat langit, hal yang biasa kulakukan jika sedang butuh hiburan.. beruntung, malam ini aku bertemu dengan sang bulan lagi. Kulihat sekelilingnya,mungkin bintangnya sudah kembali. Tenyata tidak.

Namun, sang bulan tak sendiri. Awan menemaninya, menyelimuti sang bulan. Mungkin agar tidak terasa dingin oleh sepinya malam ini.. Awan sungguh perhatian padanya, ternyata dia selalu memperhatikan bulan setiap saat tanpa ia menyadarinya. Ku tahu akan hal ini, karena pada malam sebelumnya aku melihatnya, tapi jauh dari sang bulan, mungkin awan menjaga jarak pada bulan saat itu, membiarkan ia dalam sendiri, namun tak demikian karena ia tahu bahwa dirinya selalu menemaninya setiap malam.

Iri kumelihatnya. Ingin aku memiliki awan yang ada saat tak ada bintang disampingku. Dulu aku pernah memilikinya. Entah mengapa awanku menjauh dari hidupku. Terkadang aku memang merindukan kebersamaan kami. Tapi sudahlah, mungkin ini yang terbaik. Ehmm atau mungkin awan itu sedang memperhatikanku tanpa kusadari..

Aku penasaran dengan hubungan sang bulan, bintang dan awan setiap malam. Kulihat bulan setiap malam, namun beberapa hari ini aku lihat, tak ada bintang. Sudah hampir tujuh hari. Kemana bintang itu? Apa sang bintang sudag memberinya kabar? Apa ia sangat sibuk hingga tak memberinya kabar? Apa mungkin ia lupa dengannya dan merasa sang bulan tidak penting lagi?

Banyak pertanyaan yang terlintas dibenakku setiap malam. Tapi lihatlah. Awan yang baik itu selalu menghiburnya dengan berada disampingnya, melindunginya dari dinginnya sepi, mendengarkan keluh kesahnya.. awan itu sangatlah berjiwa besar, rela mengorbakan waktunya untuk sang bulan.

Pikiran nakalku muncul.
Apa mungkin ternyata sang awan sudah lama memperhatikan sang bulan? Apa mungkin ia ternyata……….
Entahlah
Yang pasti, ia selalu ada untuknya.
Ehmm,,
Bagaimana dengan bintangku?

***

Malam ini aku tak sempat melihat sang bulan karena setelah malam berganti aku memiliki tugas baru menjadi seseorang yang mempunyai tanggung jawab yang berbeda.
Hatiku bertanya-tanya, apa yang dilakukan sang bulan? apa mungkin ditemeni bintang, atau mungkin masih ditemani sang awan? Pertanyaan itu terbawa hingga aku terlelap..

Dan sebelum fajar datang, aku terbangun. Aku harus bersiap-siap untuk hari baruku. Ku lihat langit fajar ini, kulihat bulan masih sendiri. Hanya sendiri tanpa awan apalagi bintang.
Kamana mereka? Jahat sekali tak menemani bulan!!!!

Huhhff,, kuputuskan untuk keluar dari teras dan melihat langit lebih dekat. Kuperhatikan sekeliling langit. Kutemukan sosok yang sang bulan nantikan selama beberapa hari ini.

BINTANG!!!

Bintang kembali menemani bulan, namun tak sedekat sebelumnya. Bintang dan bulan di sisi yang berbeda. Timur dan barat, mereka benar-benar jauh.
Apa mungkin setiap malam sang bintang selalu memikirkannya di sisi itu, dan kini ia merelakan tugas barunya menunggu hanya untuk bulan?

Biarlah.
Sudah cukup bagiku melihat bulan tak sendiri lagi..
Namun, bagaimana denganku? Bintangku kemana? Masih tak ada kabar.. CUKUP!!!
Akhirnya aku menceritakan pemikiran ini pada bintangku, aku tak berfikir panjang apakah ia peduli atau tidak..

“ aku bukan bintang yang selalu menemani sang rembulan, aku ini matahari yang selalu menyokongmu walau tak pernah terlihat bersama”

Kata itu lebih dari cukup untukku.

Aku adalah bulan.
Bintangku ternyata matahari.
Bagaimana dengan bintangmu??


#inilah cerita pendek yang kubuat sendiri, yang mungkin suatu saat akan ada kelajutannya..



Faktor Apa Aja Yaa yang Mempengaruhi Migrasi???


Untuk menjawab dari pertanyaan di atas, kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari migrasi.
MIGRASI adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas daerah administrasi dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap.
Misalnya dari suatu daerah ke kota maupun dari suatu kota ke daerah, dari suatu negara ke negara lain.
Nah, sekarang, kita akan membahas tentang faktor yang mempengaruhi migrasi. Inilah beberpa faktor yang mempengaruhi migrasi :
  1. Faktor Ekonomi
    Hal yang menyebabkan orang melakukan migrasi, salah satunya adalah faktor ekonomi. Memang benar bahwa faktor ekonomilah yang meyebabkan banyak orang bermigrasi. Hal ini karena ditempat mereka kurang mendukung perekonomiannya. seperti kurangnya lapangan pekerjaan, sedikitnya upah yang diberikan. sehingga mereka merantau ke tempat lain. Mereka berfikir jika pindah ketempat lain akan mendapatkan pekerjaan dan upah yang lebih baik dari tempat sebelumnya, sehingga mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri serta keluarga mereka juga tentunya.
  1. Faktor Politik
    Faktor yang kedua adalah faktor Politik. Maksud dari hal ini adalah, jika seseorang berkecimpung dalam dunia politik, dan mengharuskan mereka untuk bermigrasi ke tempat 
    dimana ia ditugaskan, maka otomatis ia harus bermigrasi.

  2. Faktor Bencana Alam
    Hal ini juga memungkinakan seseorang untuk bermigrasi, misalnya di tempat mereka ada bencana alam yang mengharuskan mereka untuk bermigrasi, dikarenakan rumah mereka hancur akibat bencana alam tersebut, atau mungkin disana tidak ada sanak saudara yang dapat membantun dalam hal tempat tinggal. Sehingga mereka pindah ke daerah lain. Seperti korban lumpur lapindo, dan tsunami.

  3. Faktor Agama
    Biasanya seseorang akan merasa lebih nyaman pada lingkungan dengan komunitas yang sama dengannya. Begitupun dengan agama, bagi beberapa orang, mungkin belum terbiasa akan perbedaan yang terjadi di lingkungan sekitarnya oleh karena itu, mereka bermigrasi untuk berkumpul dengan komunitas yang sama dengan mereka.

  4. Fakor Keamanan
    Faktor keamanan juga dapat menjadi faktor seseorang melakukan migrasi. Karena jika seseorang merasa tidak nyaman tinggal pada tempat mereka tinggal sekarang karena keamanannya, bukan tidak mungkin mereka akan pindah untuk mencari tempat yang nyaman ke tempat lainnya.
        Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi para imigran melakukan migrasi.. 
        Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca ;)
  
Sumber : Devy Putri Puspitasari - 1IA01

www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.gunadarma.ac.id

MIGRASI DAN KEJAHATAN, APA HUBUNGANNYA???


 Berdasarkan pandangan secara yuridis Kejahatan adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilarang dan dapat dijatuhi hukuman atas perbuatan atau tindakan itu oleh Undang-Undang. Pandangan ini lahir dari suatu teori yang menyatakan bahwa setiap anggota masyarakat adalah makhluk yang mempunyai kehendak bebas.
     Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas daerah administrasi dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap.
     Misalnya dari suatu daerah ke kota maupun dari suatu kota ke daerah, dari suatu negara ke negara lain.
     Kali ini, saya akan membahas hubungan migrasi dengan kejahatan..

Apa ya hubungannya?
Saya akan menjelaskannya berdasakan opini saya sendiri..
     Menurut saya pasti ada hubungannya. Karena kejahatan bisa terjadi dimana dan kapan saja serta dapat terjadi oleh siapa saja. Begitupun dengan migrasi. Berdasarkan info yang saya tahu, bahwa kejahatan migrasi adalah kejahatan ilegal ketiga yang mengahsilkan banyak pendapatan bagi pelakunya. Hal ini dapat menjadi faktor mengapa masih adanya kejahatan migrasi dan mungkin justru menjadi peluang yang besar bagi pencinta uang dengan jalur ilegal.

Kejahatan seperti apa sih kejahatan migrasi itu?
     Kejahatan migrasi itu contohnya seperti perdagangan manusia, biasanya wanita dan anak-anak. Mengapa mereka dapat dijadikan korban? Jawabannya sederhana, karena kaum ini dengan mudah menjadi korban penipuan, pembohongan dengan iming-iming dapat bekerja di luar negeri dengan gaji yang memadai bahkan lebih dari cukup. Hal ini dimanfaatkan oleh orang yang memiliki prikiran kriminal, yang menginginkan banyak uang. Padahal kenyataannya mereka memang dipaksa untuk bekerja ke luar negeri dengan gaji yang kecil, bahkan tidak dibayar dengan aturan-aturan yang bersifat eksploitatif. Biasanya para pelaku menjanjikan korban untuk bekerja sebagai tenaga kerja yang bekerja diluar negeri, namun tidak demikian pada kenyataannya, kebanyakan korban ditipu dan dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK).
     Itulah contoh sederhana yang biasa terjadi dalam kejahatan migrasi. Karena kejahatan ini merupakan kejahatan migrasi internasional, tentu tidak untuk mencegah dan mengatasi permasalahan ini memerlukan banyak pihak yang terkait. Seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara terkait, serta peran dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus menyadari bahwa tindakan tersebut tidak benar, dan masih banyak mata pencaharian yang lebih layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta perlu sanksi yang tegas dari pemerintah terhadap persoalan ini.
     Demikianlah pendapata saya mengenai hubungan migrasi dengan kejahatan. Semoga dapat menambah pengetahuan pembaca.. 

Sumber : Devy Putri Puspitasari - 1IA01


Migrasi? Kesejahteraan? Apa Ya Hubungannya?



Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas daerah administrasi dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap. Sedangkan Kesejahteraan adalah suatu kondisi dimana penduduk dapat memenuhi kebutuhannya dan bahkan terkadang dapat melebihi dari kebutuhannya tersebut.

     Kedua kata tersebut berhubungan satu sama lain. Apa sih hubungannya?

     Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa migrasi memiliki tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain, ada banyak alasan yang mendasari penduduk melakukan hal tersebut bukan?
Kebanyakan alasan seseorang melakukan migrasi untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka berfikir bahwa dengan berpindah ke tempat lain, mereka mendapatkan makna dari kata “sejahtera” atau “kesejahteraan”. Pada dasarnya makna kesejahteraan itu relatif, maksudnya adalah setiap orang memiliki ukurannya sendiri. Ada yang merasa sudah sejahtera hanya dengan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan merasa aman, namun sebagian lagi masih kurang jika hanya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan hanya dengan rasa aman dan nyaman, mereka ingin lebih dari itu, misalnya merasa sejahtera jika mempunyai tabungan yang cukup untuk masa depannya, dan lain sebagainya.
     Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai kata “kesejahteraan”, salah satunya yaitu dengan bekerja. Membuat lapangan pekerjaan atau mencari pekerjaan. Ada berbagai jenis dari pekerjaan atau usaha yang dilakukan, semuanya hanya untuk mencapai kesehteraan.
     Namun, tak semua usaha dari para imigran berjalan sesuai harapan. Karena tak mudah memang membangun suatu usaha di suatu tempat yang baru dari awal, namun para imigran harus tetap berusaha untuk dapat mencapai kata sejahtera.
     Pada intinya semua orang memiliki hak untuk sukses dimana pun dan kapan pun, semuanya tergantung dari pribadi masing-masing; tergantung dari seberapa kuat tekad dan seberapa keras usaha yang telah dilakukan untuk mencapai kesejahteraan dalam hidup mereka.

Sumber : Devy Putri Puspitasari - 1IA01

APA SIH HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN KESEJAHTERAAN???




Pertumbuhan penduduk adalah banyaknya penduduk per kilometer persegi.
Kesejahteran adalah suatu kondisi dimana penduduk dapat memenuhi kebutuhannya bahkan dapat melebihi dari kebutuhannya pokoknya, merasa aman,dan nyaman di daerah yang mereka tempati.

Adakah hubungan diantara kedua kata tersebut?
Jika iya...
Apa hubungannya??
Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan menjabarkan pendapat saya mengenai kedua kata tersebut.
Sebelumnya saya akan menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah.

Faktor pertumbuhan penduduk sendiri dipengaruhi dari beberapa faktor, yaitu :
  1. Kelahiran (Natalitas)
    faktor penunjang kelahiran (Pronalitas) yaitu, kawin usia muda, adanya anggpan bahwa anak merupakan tumpuan orang tua dari hari tua, adanya anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.
  2. Kematian(Mortalitas)
    faktor penunjang kematian yaitu, masih rendahnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan, tingkat gizi penduduk yang masih rendah, terjadinya bencana alam, kecelakaan, peperangan, pembunuhan.
  3. Perpindahan Penduduk (Migrasi)
    migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan batas negara atau batas daerah administrasi dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap. Migrasi dibagi menjadi macam, yaitu, migrasi nasional dan migrasi internasiaonal.
     Setelah kita mengetahui faktor apa saja yang memepengaruhi pertumbuhan penduduk, kita akan tahu hubungannya dengan kesejahteraan.
Dan menurut saya, pertumbuhan penduduk dan kesejahteraan memiliki hubungan satu sama lain. Bagaimana bisa?
     Tentu saja bisa, seperti yang kita ketahui sebelumya bahwa ketiga faktor dari pertumbuhan penduduk itu juga mempengaruhi kesejahteraan penduduk. Contohnya saja, faktor yang pertama, yaitu kelahiran. Jika penduduk suatu wilayah memiliki jumlah penduduk yang wajar atau cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan bagi penduduknya untuk hidup sejahtera. Mengapa demikian? Karena dengan penduduk yang wajar atau cukup tinggi, akan adanya saling tolong menolong satu sama lain, adanya kerjasama dengan cukup baik, kemungkinan dengan hal seperti ini para penduduk akan merasa nyaman tinggak pada wilayah tersebut, dan giat untuk saling tolong melong dan bekerja.
     Namun perlu diingat bahwa, jika suatu wilayah memiliki kepadatan penduduk yang tinggi juga terkadang tidak baik, begitupun dengan kematian jika kematian suatu wilayah tinggi menandakan bahwa wilayah tersebut masih belum sejahtera. Kok bisa? Tentu bisa, karena jika wilayah tersebut sudah dapat dikatakan sejahtera, kematian pada wilayah tersebut tentu akan rendah, karena pemerintah dapat menanganinya dengan baik, seperti kesadaran akan kesehatan tingi, pelayanan kesahatan yang memadai, tingkat gizi yang tinggi atau cukup, dapat menangai bencana alam dengan cepat, sehingga tidak memakan korban jiwa yang banyak.
     Kedua faktor tersebut diimbangi dengan perpindahan penduduk (Migrasi),. Fungsi dari igrasi itu sendiri pada dasarnya untuk mengatur pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah. Setiap wilayah pasti dibagi menjadi beberapa bagian, jika pada bagian pertama wilayah tersebut mengalami kepadatan peduduk, pemerintah akan memindahkan penduduk tersebut ke bagian wilayah yang masih jarang penduduknya, yang kita kenal dengan sebutan Transmigrasi. Begitupun jika bagian wilayah yang masih jarang penduduknya atau desa ke bagian yang padat penduduknya atau kota,dan biasanya kita sebut dengan urbanisasi.
     Jika suatu wilayah dapat mengatur pertumbuhan penduduknya, otomatis wilayah tersebut dapat dikatakan sejahtera, karena jika pemerintah dapat mengatur pertumbuhan penduduknya, pasti penduduk yang menempati wilayah tersebut akan merasa nyaman dan aman.
Selain pemerintah yang harus berusaha untuk mengatur kesejahteraan rakyatnya, tapi kita sebagai rakyatnya harus terus berusaha untuk mencapai kesejahteraan bagi diri kita sendri.
     Itulah menurut saya hubungan pertumbuhan penduduk dengan kesejahteraan.

Sumber : Devy Putri Puspitasari - 1IA01

www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.gunadarma.ac.id

Minggu, 11 November 2012

Karya Tulis-Pengawetan Mayat

Karya Tulis atau Karya Ilmiah merupakan hal yang wajib dikerjakan bagi kami, siswa Sekolah Menengah Atas yang duduk di kelas 3. Hal ini yang ada pada benak saya sewaktu masih duduk di bangku SMA. Terasa beban memang pada awalnya, namun hal ini merupakan investasi bagi saya di masa yang akan datang. dan benar saja karya tulis saya membantu dalam mengerjakan tugas saya di perkulihan ini..

Karya Tulis yang saya buat waktu itu bertemakan Pengawetan Mayat, yang beranggotakan 5 orang. Anggota kelompok kami yaitu,
Devy Putri Puspitasari, Hansa Hanandira, Ivan Alidiyan, Puri Novesia, dan Wisnu Putra Kurniawan.

Untuk melihat hasil karya tulis kami, dapat dilihat di :
http://www.scribd.com/doc/112853443/halaman-judul
http://www.scribd.com/doc/112853706/PENGESAHAN-223
http://www.scribd.com/doc/112853807/BAB-I-2

Semoga dapat menjadi referensi bagi pembaca :)

Sumber : Devy Putri Puspitasari - 1IA01

www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.gunadarma.ac.id

SESAMA UMAT BERAGAMA HARUS RUKUN




Jika berbicara mengenai ketidakharmonisan antar beragama mungkin jarang terjadi di Indonesia, namun bukan berarti di Indonesia tidak pernah terjadi hal demikian. Hal itu mungkin karena ada provokator yang tidak menyukai keharmonisan Indonesia yang dikenal negara yang multi agama yang toleran.

Faktanya ada lima agama yang diakui di Indonesia, antara lain : Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Namun hingga saat ini Indonesia masih menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan antar umat beragama sehingga toleransi antara umat beragama di Indonesia tetap terjalin.

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Indonesia menurut beberapa orang liberal adalah negara yang intoleran. Menurut saya, mereka sangat tidak objektif dalam menilai Negara Indonesia. Ada berbagai macam fakta yang bertolak belakang dengan pernyataan itu.

Kita mulai dari soal pertambahan jumlah rumah ibadah (1997-2004). Gereja Katholik dari 4.934 menjadi 12.473 (153 %), Gereja Protestan dari 18. 877 menjadi 43. 909 (131 %), Wihara dari 1.523 menjadi 7. 129 (368 %), Pura Hindu dari 4. 247 menjadi 24. 431 (475,25 %) sementara Masjid dari 392. 044 menjadi 643,843 (64 %) (Sumber Republika 4 Juni 2012) . Ini dari segi pertambahan jumah rumah ibadah.

Ditambah lagi hari-hari besar umat beragama lain pun tetap dicantumkan dalam kalender dan dijadikan hari libur nasional. Belum lagi ada masjid yang bersebelahan dengan geraja, dan kedua tempat peribahan itu saling tolong menolong dalam hal penempatan kendaraan jika slah satu tempat peribadatan tersebut penuh, toleransi dalam hal waktu peribahan dan lain-lain.

Kenapa? Kenapa antar umat beragama harus saling berselisih?
Bukankah setiap manusia bersaudara?
Bukankah kita saling membutuhkan satu sama lain?
Namun mengapa masih terdengar suara sumbang yang berserukan bahwa diantara umat beragama berseteru?

Pertanyaan itu yang ada di benak saya saat ini.. mungkin dibenak Anda juga demikian.
Jika pertanyaannya adalah “Mengapa terjadi perselisihan anatar umat bergama?”. Menurut saya jawabannya dibagi menjadi 2 faktor, yaitu internal dan ekternal.

Faktor Internal adalah faktor yang dipengaruhi dari dalam diri seseorang.
Faktor internal yang melatarbelakangi ketidakharmonisan antar umat beragama adalah :
  1. Merasa dirinya paling benar. Orang yang merasa dirinya paling benar, akan merasa bahwa agama yang mereka anut adalah agama yang paling benar dan sesuai dengan anjuran Tuhan, sedangkan agama yang lainnya menyimpang dari ajaran Tuhan mereka. Sehingga terkadang mereka menjatuhkan atau melecehkan agama yang berbeda dengan yang mereka anut.
  2. Kurang adanya jiwa yang tolerir terhadap perbedaan. Hal ini berkaitan dengan faktor yang pertama. Biasanya orang yang kurang memiliki jiwa tolerir akan sulit untukn menerima adanya perbedaan dalam dirinya.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar diri seseorang.
Faktor eksternal yang melatarbelakangi ketidakharmonisan antar umat beragama adalah :
  1. Faktor Lingkungan, biasanya jika seseorang yang berada dalam lingkungan dengan komunitas agama yang sama. Mereka akan merasa terganggu atau canggung dengan orang lain dengan agama yang berbeda. Bahkan jiika salah satu dari mereka memiliki kepribadian yang kurang baik, akan menyudutkan orang yang beragama diluar agamanya tersebut.
  2. Adanya Isu atau gosip yang beredar dalam masyarakat. Kebanyakan masyarakat menelan mentah-mentah gosip yang berdar dalam masyarakat, dan tidak sedikit yang menyinggung tentang agama. Contohnya seperti yang telah saya paparkan sebelumnya mengenai “orang liberal” yang menyatakan demikian tentang Indonesia. Jika masyarakat tidak meyeleksi dan mencari tahu kebenaran hal tersebut, mereka akan percaya dan beranggapan hal demikian terhadap Indonesia. Bukan tidak mungkin orang yang mendengar hal tersebut akan merasa Indonesia tidak acuh terhadap agama lain, sehingga berdampak pada keharmonisan anatar umat beragama.
  3. Adanya tindakan tercela dari beberapa orang yang berberda agama. Maksud dari kata tersebut dapat saya jelaskan dengan contoh. Contohnya saja Amerika dan Prancis, mereka kurang peduli atau mungkin tidak acuh terhadap agama islam karena beberapa orang Amerika dan Prancis beranggapan bahwa Islam adalah Teroris, karena beberapa orang Islam menyalahgunakan kepintarannya dengan menjadi teroris dan merusak sistem suatu negera. Bagi sebagian orang dapat merusak keharmonisan antar umat beragama.
Saya sudah menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ketidakharmonisan dalam umat beragama. Selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana caranya menanggulanginya. Caranya yaitu :
  1. Tumbuhkan toleransi dalam diri, agar perbedaan yang ada dapat diterima dengan baik, terutama perbedaan agama.
  2. Jangan menghakimi agama orang lain karena beberapa dari mereka melakukan kesalahan yang merugikan orang lain. Karena tidak semua orang yang beragama tersebut seperti demikian. Orang yang melakukan perbuatan itu hanya manusia biasa yang tersesat, dan membutuhkan pertolongan kita.
  3. Jika ada gosip yang belum pasti kebenarannya jangan dipercaya begitu saja, karena tidak semua gosip itu benar adanya, jadi kita harus selektif dalam memilih berita.
Demikianlah artikel yang saya tulis, tentang ketidakharmonisan antar umat beragama. Ingatlah bahwa kita hidup tidak sendirian, kita membutuhkan banyak bantuan dari orang lain baik dengan orang yang memiliki agama yang sama dengan kita maupun tidak. Hargailah perbedaan dalam hidup kita, karena akan selalu ada perbedaan dimana pun, dan kita harus menghormati perbedaan tersebut.
Dan semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca. Bagi yang ingin mengcopy artikel ini, saya harap mencantumkan sumber yang Anda copy sebagai wujud pengahargaan hak cipta :)
Sumber : Devy Putri Puspitasari-1IA01


www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.gunadarma.ac.id